Jumat, 19 November 2010

Pilkades Kedungsekar 2007 Ribut

Pelaksanaan pemilihan kepala desa (Pilkades) Kedungsekar, Kecamatan Benjeng, Selasa (13/2/2007), sempat diwarnai keributan. Itu terjadi menjelang detik-detik terakhir penghitungan kartu suara. Akibatnya, seorang warga yang diduga sebagai pemicu keributan, diamankan polisi.
Menurut saksi mata, keributan bermula ketika David, pendukung calon kepala desa (Cakades) Mashudah, terlibat bentrok dengan temannya. Melihat itu, Anjar, anggota buser Polsek Menganti yang ikut mengamankan pilkades, mencoba melerai.
Namun rupanya David salah sangka. Tanpa banyak bicara kepala Anjar dikepruk kayu hingga berdarah. Melihat rekannya dikepruk, sejumlah polisi langsung mengamankan pelaku. Kapolsek Benjeng, AKP Abd Rosyid, menyatakan bahwa pelaku kini diamankan di mapolsek.
Cakades Siti Maghfiroh, istri mantan Kades Kedungsekar, H Fathony, akhirnya berhasil mengalahkan rivalnya Mashudah. Siti Maghfiroh unggul 541 suara dari lawannya .
Sebelumnya, ratusan warga Desa Kedungsumber Balongpanggang yang juga pendukung mantan cakades Sri Wartini demo di kantor bupati, Selasa (13/2/2007). Mereka menuntut pilkades diulang karena dinilai penuh rekayasa yang menyebabkan Cakades Sukri menang dengan selisih 4 suara.
Dalam aksinya, warga mengungkapkan ada sembilan kejanggalan hingga Sri Wartini kalah dalam pilkades 8 Februari lalu. Semuanya terkait daftar pemilih ganda.
Pada pertemuan dengan wakil pendemo, Arsadi, Asisten Tata Praja mengatakan tak bisa membatalkan hasil pilkades karena sudah sesuai prosedur.(san)
Sumber : Gresik-Surya Online 13 Pebruari 2007